Senin, 01 Agustus 2011

Berpuasa saat Hamil dan Menyusui


Puasa di bulan Ramadhan merupakan sesuatu yang wajib untuk semua muslimah termasuk ibu hamil dan menyusui. Namun, terdapat beberapa kelonggaran yang memang diperuntukkan khusus bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa tetapi menggantinya dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah dengan memberi makan orang fakir miskin dengan aturan yang telah ditetapkan.

Selama ibu hamil atau menyusui merasa sehat dan kuat, tentunya diperbolehkan untuk melakukan puasa. Tetapi jangan memaksakan jika kondisi dinilai tidak memungkinkan disarankan untuk tidak berpuasa karena kondisi fisik dan kesehatan Ibu akan berdampak kepada si kecil. ASI Eksklusif adalah sesuatu yang wajib diberikan untuk si kecil mengingat pentingnya kandungan ASI untuk tumbuh kembang si kecil. Kandungan unik ASI tidak dapat digantikan oleh cairan yang lain.

Beberapa hal yang harus dicermati untuk Ibu yang menyusui supaya produksi ASI tetap lancer di saat menjalankan puasa:

• Selama puasa terjadi perubahan jadwal makan untuk Ibu hamil. Ibu harus tetap menjaga pola makan 3 kali sehari dengan disiplin mengkonsumsi gizi seimbang yaitu komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak. Ibu menyusui membutuhkan 700 kalori tambahan per hari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori dari cadangan lemak dalam tubuh ibu.

• Pastikan konsumsi cairan cukup. Saat sahur biasakan minum susu untuk ibu hamil untuk mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Buka puasa dengan minuman hangat akan merangsang kelancaran ASI untuk ibu yang menyusui. Tetap konsumsi air putih sebanyak dua liter selama sehari ditambah dengan cairan yang lain seperti juice buah, teh manis. Sebelum tidur tambah sedikit konsumsi makanan ringan namun bergizi dan minuman hangat.

• Istirahat yang cukup. Saat berpuasa pasti terasa lemas. Ada baiknya saat lemas beristirahat sejenak dan menenangkan pikiran atau tidur jika memungkinkan. Dan jangan lupa tetap menjaga jam tidur Ibu cukup.

• Tetap menyusui si kecil. Semakin banyak frekuensi ibu menyusui maka produksi ASI juga akan semakin tinggi. Jadi jangan ragu untuk tetap menyusui si kecil selama Ibu berpuasa.

Untuk Ibu yang sedang hamil disarankan untuk melakukan uji coba dalam berpuasa. Kalau Ibu merasa kuat dan tidak bermasalah, Ibu bisa meneruskan puasa selama bulan Ramadhan. Namun bila diikuti dengan gangguan tertentu misalnya muntah terus-menerus atau pengurangan berat badan sampai dibawah 10% disarankan untuk tidak berpuasa demi kebaikan kandungan Ibu Hamil.

Ada baiknya juga memeriksakan diri terlebih dahulu untuk mengontrol status gizi Ibu dan memeriksa kadar Hb untuk memastikan anemia atau tidaknya. Jika semua baik ibu hamil usia kandungan 9 bulan pun tidak masalah untuk berpuasa. Namun perlu dicermati perkembangan si kecil sangat pesat terjadi usia 6 bulan keatas, oleh karena itu Ibu harus benar-benar memperhatikan asupan gizi yang seimbang.

Berikan Komentarnya , Kami crew Matrix allnetwork mengucapkan terimakasih.
Follow me @donnymix
Subscribe to this Blog via Email :

0 komentar:

Ads By Google

Iklan Oleh Google
×

Download

Informasi

LAIN-LAIN

© 2009 - 2015 Allnetwork. Designed by Matrix Allnetwork
Powered by Google.
back to top